Teras Ering / Rice Terrace fields

Rice Terrace

Teras Ering atau terkenal dengan rice terrace di Bali merupakan sistem pertanian yang sudah di aplikasikan rakyat Bali sejak abad ke 11 dimana saat itu Raja mengutus rakyatnya untuk berswasembada pangan dengan hasil bumi dari wilayahnya masing.
Teras ering ini di buat secara manual dengan peralatan pertanian yang seadanya namun sistem cocok tanam di lahan seperti teras ering ternyata mampu menghasilkan hasil panen yang luar biasa.
Hasil panen dengan sistem pertanian teras ering ini dapat di nikmakti oleh seluruh rakyat Bali karna sistem tanam tuai yang selalu bergilir dari satu undak ke undak lainya mulai dari dataran tinggi hingga dataran terendah yang ada di pulau Bali ini menciptakan sebuah regulasi yang baik di bidang pangan. untuk tanam panen tidak lagi menunggu waktu 3-4 bulan sekali namun bisa dilakukan setiap bulan tentunya di wilayah yang berbeda beda dimana sistem regulasi sawah berundak ini berjalan.
Namun sistem ini tidak akan sempurna tanpa adanya sebuah management irigasi yang baik, oleh sebab itu pada jaman tersebut sistem irigasi yang saat ini terkenal dengan nama subak juga di rancang dan di aplikasikan pada sistem pertanian yang ada untuk mendukung sistem pertanian tersebut. Hingga saat ini kita masih bisa melihat betapa indahnya keagungan alam Bali bila di lestarikan dengan sistem dan penanganan yang baik dimana swasembada pangan di Bali sempat tercipta dan harmonisasi alam yang memberikan suberdaya yang tak henti hentinya baik berupa materi yang dihasilkan maupun pemandangan yang dapat kita nikmati hingga saat ini.
Tegal Alang merupakan salah satu wilayah perbukitan yang masih menyuguhkan pemandangan teras ering ini selain kabupaten Tabanan dengan desa Jati Luwih nya yang juga tersohor karna peninggalan abad 11 di bidang pertanian ini.